Showing posts with label money. Show all posts
Showing posts with label money. Show all posts

Monday, September 15, 2014

Confession About My Money; Rahmat Tri Hariadi

Rahmat Tri Hariadi. Foto selfie, entah di ambil di mana.

Ini dia “September Winner” kita, namanya Rahmat. Dari pertama kenal, kami biasanya manggil Memet, jarang banget manggil Rahmat. Sama dengan Dokter Pink, Rahmat ini teman satu angkatan prajab. Meski tidak pernah satu kantor, biasanya kami kumpul buat acara ngopi-ngopi dan mencoba kuliner baru. Eh itu dulu dink ;-)

Rahmat lahir di Sleman, pada tanggal 3 Juli. Cowok Cancer ini lahir, besar dan menghabiskan seluruh hidupnya di Yogyakarta. Rahmat merupakan alumni SMA 6 Yogyakarta, lalu melanjutkan studinya ke S1 Akuntansi UII Yogyakarta.

Berikut hasil obrolan singkat saya dengan Rahmat.

Masih ingat tidak penghasilan pertamamu dan uangnya dipakai untuk apa?

Sekitar tahun 2009, waktu itu kalau tidak salah gaji awal baru sebesar Rp 1,7 juta. Uangnya ditabung. Tapi kalau rapelan gajinya untuk beli handphone baru.

Dari seluruh penghasilanmu, berapa prosen untuk investasi?

Waktu awal kerja tanpa investasi. Setelah itu, 50% di simpan untuk tabungan. Kalau sekarang sih 20% pasti disimpan untuk investasi.

Investasi pertama untuk apa, met?

Beli tanah. Tapi belinya tidak murni dari gajiku sih, ada banyak subsidi dari yang lain.

Kalau untuk kebutuhan sehari-hari, pengeluaran paling besar untuk apa?

Untuk bensin dan makan. Untuk bensin tiap bulan aku harus menyediakan Rp 400 ribu.

Apakah sampai menghabiskan 50% dari penghasilanmu, met?

Kalau untuk kondisi keuanganku saat ini, iya! Sampai menghabiskan 50% dari penghasilanku. Uangku habis lebih banyak untuk ganti handphone, jajan, dan uang gahul.

Aku masih punya tanggungan kredit juga. Jadi sekarang hidup tiap bulan pake uang honor. Kalau honor tidak keluar, wah bisa koma aku ;-)

Tapi masih bisa investasi kan?

Kalau dulu, uang aku depositokan, tapi sekarang ya cuma ikut arisan emas ini ajah. Tabungan dan deposito sudah habis buat beli rumah, dengan subsidi juga.

Kalau begitu, semua investasimu dalam bentuk tanah dan rumah ya?

Iya. Tapi tanahnya itu investasi sebagai dana untuk beli rumah.

Maksudmu tanahnya mau dijual juga?

Iya dijual. Tanah untuk investasi, misal saja tanahnya terjual 2x dari harga beli, kan uangnya bisa untuk beli rumah yang luasnya 100-an meter persegi saja.

Kamu ikut investasi yang lain tidak, misal ikut asuransi, unitlink atau yang lain?

Tidak ikut.

Bagaimana sih pengetahuanmu tentang invetasi?

Kalau pengetahuan investasi didefinisikan tentang reksadana atau tabungan dollar, pengetahuanku minim. Aku lebih suka investasi praktis semacam tanah, rumah, ruko atau emas. Memang lama, tapi sekali cocok bisa beberapa kali lipat hasilnya.

Punya tidak hobby yang paling banyak menghabiskan tabungan? Untuk hobby ini, bisa menghabiskan berapa prosen dari tabunganmu?

Ada. Ganti gadget. Tidak pernah pakai prosentase, minimal aku sisakan Rp 5 juta di tabungan.

Kenapa ikut arisan emas? Emasnya untuk keperluan apa?

Aku mengikuti saranmu, kalau ada uang menganggur untuk investasi emas. Mungkin emasnya akan kujual untuk ganti handphone baru yang aku inginkan.

Obsesi Rahmat ke depan apa?

Ingin buka bisnis sampingan, café atau tempat makan, untuk memperkecil ketergantungan financial terhadap gaji. Ya, didoakan saja diberikan yang terbaik oleh Tuhan. Amiin.

*Rahmat Tri Hariadi. September 2014. Pemenang ke-6 Arisan Emas Antam. Pemilik resmi akun twitter @lancemaksi dan path @lancemaksi. Selamat Berkenalan ;-)

Monday, September 1, 2014

Investasikan 100 ribu-mu!



Foto diambil di sini.

Apakah Anda telah bersiap menyusun Dana Pensiun secara mandiri? Jika jawabannya “iya”, mari kita saling berbagi pengalaman. Let’s go! ;-)

Tahukah Anda, beberapa bank dan manajer investasi telah menawarkan kemudahan bagi nasabah untuk berinvestasi bulanan. Jumlah bulanannya tidak perlu besar, dimulai dari Rp 100 ribu!

Di Commonwealth Bank, jumlah dana yang didebet disesuaikan dengan kebutuhan nasabah ketika membeli reksadana pilihannya. Bisa mulai dari Rp 100 ribu per bulan melalui layanan Autoinvest.

Cara memiliki layanan ini juga tergolong mudah, nasabah cukup memiliki rekening tabungan, misalnya TBH dan rekening investasi di Commonwealth Bank. Jika kedua rekening itu sudah ada, nasabah tinggal mengisi formulir dan mengaktifkan layanan tersebut.

Jika Anda tiba-tiba memiliki bonus tambahan dan ingin menambah uang investasi, Commonwealth Bank juga menyediakan pembelian reksadana via online, kita tinggal klik, maka reksadana sudah terbeli.

Bank Mandiri, menyediakan fasilitas installment plan reksadana bagi investor yang ingin menggunakan strategi investasi  yang sesuai dengan segala kondisi perekonomian, yaitu berinvestasi dengan cara Dollar Cost Averaging (DCA). DCA adalah kita berinvestasi secara rutin atau berkala dalam jangka panjang untuk mendapatkan cost rata-rata yang lebih baik.

Bank Negara Indonesia menyediakan fasilitas Simponi bagi nasabahnya yang ingin memiliki Dana Pensiun dengan cara Autodebet. Uang yang dipotong tiap bulan untuk investasi hanya Rp 100 ribu!

Bank Rakyat Indonesia memiliki fasilitas Dana Pensiun dengan nama DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Dana kita yang terkumpul dalam DPLK diinvestasikan dalam reksadana yang bisa kita pilih sendiri, apakah Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran, atau Reksadana Saham. Jangka waktunya pun bisa kita pilih sendiri, misal hingga usia kita 55 tahun. Besar Investasi tiap bulan bisa kita tentukan sendiri, bahkan jika rekening Anda tidak memiliki dana, Anda tidak akan terkena pinalti!

Danareksa Investment Management, anak perusahaan PT Danareksa memiliki program Investasiku Masa Depanku (IMD). IMD adalah program investasi secara regular di instrument reksadana yang dipotong langsung dari gaji bulanan. Melalui layanan ini Anda diajak berdisiplin investasi untuk mencapai tujuan keuangan masa depan yang ditetapkan, misalnya menghimpun dana pensiun tambahan.

Program IMD bisa dilakukan secara kolektif di suatu perusahaan. Gaji pegawai akan dipotong secara rutin dengan system payroll perusahaan dan diinvestasikan pada reksadana yang dipilih. Besarnya potongan bisa ditentukann sendiri oleh pegawai.

Ada beberapa hal yang harus Anda ingat dalam membuat Dana Pensiun:
  1. Bank/ Sekuritas tempat Anda menyimpan Dana Pensiun, harus memiliki banyak cabang, sehingga saat Anda tua, dimanapun Anda berada, Anda bisa mencairkan uang Anda di mana saja.
  2. Perhatikan biaya tambahan setiap bulan terkait Dana Pensiun. Anda tidak mau kan keuntungan Anda berkurang karena biaya yang sejubel.
  3. Investasikan Dana Pensiun Anda di Bank/ Sekuritas yang Anda sudah tahu sendiri kualitas pelayanannya, bukan investasi karena tawaran teman.
Namanya juga Dana Pensiun, ini adalah dana yang akan Anda cairkan jika Anda sudah pensiun. Sebaiknya, jangan dicairkan sebelum jatuh tempo. Karena tentu saja, hasilnya akan berbeda dengan jumlah uang yang sudah ada dalam rencana keuangan Anda. Anda harus belajar fokus pada tujuan awal.

Resep sukses investasi adalah start small but start now! Ingatlah, bahwa kata kunci Investasi adalah jangka waktu. Semakin Anda muda, semakin baik. Ini disebut Keajaiban masa muda ;-)

Happy Investing!

Monday, July 21, 2014

Keajaiban Investasi



Foto diambil disini
Masih ingat tidak cerita saya tentang Pensiun Dini. Waktu itu, saya menemukan fakta bahwa Dana Pensiun hanya bisa dicairkan dalam jangka  waktu tertentu, missal 25-33 tahun. Berat ya, kalau kita harus selama itu loyal pada satu pekerjaan.

Pertanyaannya, kenapa harus selama itu untuk membuat Dana Pensiun? Jawabannya mudah, Investasi itu tentang jangka waktu. Dengan jumlah uang yang sedikit, semakin lama investasi Anda maka semakin besar imbal balik hasil investasi Anda.

Misal saja ya, Andika, 23 tahun, bisa menyisihkan seribu rupiah tiap hari dari uang jajannya. Maka, setiap tahun akan terkumpul Rp 365 ribu untuk diinvestasikan.

Pilihan Pertama. Uang diinvestasikan pada produk keuangan berupa tabungan dengan asumsi return 5% per tahun. 

Investasi di 5%
Tahun
Saldo Investasi
1
Rp 365.000
5
Rp 2.016.855,41
10
Rp 4.590.930,78
15
Rp 7.876.175,71
20
Rp 12.069.073,25
30
Rp 24.250.179,34
40
Rp 44.091.917,60
 
Jika Andika berinvestasi di tabungan, maka 40 tahun kemudian, uang Andika bahkan tidak mencapai Rp 50 juta saja.

Bandingkan jika Andika, menginvestasikan uangnya pada reksadana saham dengan return 20% per tahun. Maka 40 tahun kemudian, uang Andika akan berpotensi terkumpul hingga Rp 2 M! 

Investasi di 20%
Tahun
Saldo Investasi
1
Rp 365.000
5
Rp 2.716.184
10
Rp 9.474.918,97
15
Rp 26.292.814,37
20
Rp 68.141.119,86
30
Rp 431.386.772,68
40
Rp 2.680.508.111,54
  
Bayangkan saja, jika Andika, 23 tahun hanya perlu menyisihkan 1000 rupiah tiap hari selama 40 tahun akan mendapatkan Rp 2 M, maka bisakah Anda bayangkan jika Andika bisa menyisihkan Rp 10 ribu tiap hari selama 40 tahun, berapakah uang yang akan Andika dapatkan?

Jika Andika merasa 40 tahun terlalu lama, maka pikirkan ini? Bayangkan jika Andika mampu menyisihkan Rp 10 ribu per hari, maka tiap bulan Andika akan punya Rp 300 ribu untuk berinvestasi. Dengan modal Rp 72 juta, jika Andika investasikan pada reksadana saham dengan nilai return 20%, itu artinya setelah 10 tahun, Andika akan mendapatkan hasil Rp 114.709.066, setelah 15 tahun menjadi Rp 340.288.471 dan jika diinvestasikan hingga 20 tahun, itu artinya dengan modal Rp 72 juta, pada saat usia 43 tahun Andika  akan mendapatkan return Rp 948.443.811,-. Isn’t it fantastic? 

Hey, catat ini! Andika hanya perlu rajin menginvestasikan uangnya selama 20 tahun untuk Dana Pensiun, tidak perlu mengabdi hingga 25-33 tahun lho ;-)  

Investasi, merupakan cara kita untuk mencapai kebebasan financial. Ini adalah cara agar kita bisa keluar dari proses pemiskinan diri. Resep sukses investasi adalah start small but start now!

Saya membaca banyak buku terkait financial, hampir dari semua buku yang saya baca memiliki inti yang sama, yaitu Investasi. Pertanyaannya, kemana saya harus investasi jika saya tidak punya uang banyak. Maka jawabannya adalah Reksadana!

Ada beberapa macam reksadana, yaitu Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran dan Reksadana Saham. Setiap Reksadana memiliki resiko yang berbeda, semakin returnnya tinggi, maka resiko semakin besar. Mengenai Reksadana, lain kali akan saya jelaskan pada tulisan yang berbeda, karena sampai hari ini pun, saya masih perlu belajar banyak tentang Reksadana.

Inti dari tulisan ini, sekedar ingin menggambarkan bahwa dengan uang sedikit, kita juga bisa mendapatkan imbal hasil yang besar, asal diinvestasikan pada hal yang tepat, dan tentu saja dengan jangka waktu yang panjang. Kuncinya adalah jangka waktu!

Menurut banyak penasehat keuangan, investasi itu paling tepat dimulai pada saat umur Anda 23 tahun dengan menyisihkan uang Rp 100 ribu tiap bulan. Jika Anda rutin melakukan hingga usia 55 tahun, maka Anda akan termasuk dalam orang-orang yang pensiun dengan bahagia ;-)

Anda tidak perlu modal hingga puluhan juta rupiah untuk mulai berinvestasi. Tapi jika Anda menunda satu hari saja, Anda akan menyesalinya seumur hidup!

Jadi, masih tidak berminat buat investasi? ;-)

Happy Investing!
 
© Copyright 2013 pacarkecilku