Showing posts with label pensiun. Show all posts
Showing posts with label pensiun. Show all posts

Monday, August 4, 2014

Merencanakan Uang Pensiun Pribadi, Mungkinkah?

Foto di ambil disini

“Muda tak pernah foya-foya, Tua pun tak kunjung Kaya Raya”.

Apakah kalian pernah berpikir bahwa suatu saat, kalian akan menua, sakit-sakitan dan tak mampu bekerja lagi mencari nafkah? Pernahkah kalian menghitung berapa besar Dana Pensiun yang kalian butuhkan, jika tetap ingin mempertahankan gaya hidup hari ini?
Mari, saya ajak kalian berandai-andai.  

Sebagai gambaran, misal Pipit, 30 tahun, akan pensiun di usia 55 tahun dan membutuhkan dana pensiun hingga usia 80 tahun. Dengan biaya hidup Rp 5 juta per bulan [ciyeee ;-)], maka di usia 55 tahun, biaya hidup Pipit akan menjadi Rp 54 juta. Tahun berikutnya, biaya ini akan naik lagi 10%, dan begitu seterusnya hingga usia 80 tahun. Sehingga, total biaya pensiun dari usia 55-80 tahun menjadi Rp 20 Milyar!

Usia saat ini
30 tahun
Usia pensiun yang diinginkan
55 tahun
Waktu menuju masa pensiun
25 tahun
Tingkat inflasi
10%
Biaya hidup pensiun per tahun yang diinginkan
Rp 60.000.000
Pendapatan pensiun tahunan
0
Tambahan pemasukan tahunan
0
Usia harapan hidup
80
Masa pensiun yang didukung
25 tahun
Dana pensiun yang dibutuhkan
Rp 20.931.212.614

Anda bisa menghitung sendiri berapa kebutuhan dana pensiun dengan menggunakan kalkulator Dana Pensiun di zapfinance.co.id

Mari kita hitung, berapa kebutuhan Pipit untuk berinvestasi, apabila dia di masa pensiun nanti ingin tetap mempertahankan gaya hidup yang sama dengan saat ini.

Tingkat Imbal Hasil
Investasi Tahunan
Investasi Bulanan
Investasi Sekaligus
Produk Keuangan
3%
Rp 574.098.600
Rp 46.930.147
Rp 9.996.863.716
Tabungan, Deposito
6%
Rp 381.507.314
Rp 30.204.033
Rp 4.876.943.874
Reksadana Pasar Uang
10%
Rp 212.830.081
Rp 15.775.313
Rp 1.931.867.161
Reksadana Pendapatan Tetap
15%
Rp 98.364.189
Rp 6.453.221
Rp 635.840.783
Reksadana Campuraan
20%
Rp 44.347.567
Rp 2.466.766
Rp 219.413.446
Reksadana Saham Agresif
25%
Rp 19.843.940
Rp 899.488
Rp 79.075.886
Reksadana Saham Sangat Agresif
   

Coba kalian perhatikan, jika Pipit memilih hanya menabung dengan alasan uang aman maka hanya mendapat return 3% per tahun, saldo tidak berkurang, tapi Pipit harus menyisihkan Rp 46 juta setiap bulan selama 25 tahun. Jelas tidak mungkin! Gajinya saja tidak sampai segitu.

Alternatif berikutnya, Pipit bisa mencoba berinvestasi di Reksadana Saham. Apabila menggunakan asumsi return 25% per tahun, maka Pipit cukup menyisihkan Rp 900 ribu per bulan saja selama 25 tahun. Pilihan yang lebih masuk akal kan?

Uang Pensiun Pribadi.

Kalau saya mengajak banyak orang mulai berhitung tentang Dana Pensiun. Pasti akan mendapatkan jawaban seperti ini;

“aduh mbak, kerja saja belum kok mikirin pensiun?”

“baru mulai kerja mbak, ga usah mikirin pensiun dulu!”

“kantorku udah menyediakan dana pensiun kok mbak”

“saya ga bakalan pensiun mbak, mau kerja keras sampe mati!” ;-)

Saya sih, suka senyum-senyum sendiri kalau mendengar jawaban seperti ini. Iya sih, kamu memang masih muda, belum kerja, tapi kamu sampai kapan tetap muda? Iya sih, kantormu menyediakan Dana Pensiun, tapi berapa besarnya? Jangan-jangan tidak cukup buat menunjang gaya hidupmu yang anak gahul! Iya sih, kamu tidak kenal pensiun, mau kerja keras sampai mati. Tapi apa iya, kamu muda terus, sampai kapan kamu sehat terus?

Bahkan, dengan hitung-hitungan sederhana, sejak hari ini kita sudah bisa menghitung seberapa besar kebutuhan Dana Pensiun kita sebenarnya. Tentu dengan mempertimbangkan faktor inflasi dan jangka waktu menuju usia pensiun.

Coba kalian perhatikan lagi, jika Pipit ingin memperhatikan gaya hidupnya saat ini, maka dia perlu menabung Rp 46 juta setiap bulan selama 25 tahun. Gila kan?

Atau Pipit bisa mencoba alternatif lain dengan berinvestasi di Reksadana Saham. Pipit cukup menyisihkan Rp 900 ribu per bulan saja selama 25 tahun agar dia tetap bisa mempertahankan gaya hidupnya saat ini. Dengan uang kecil mendapat hasil besar.

Saat investasi yang kita lakukan mulai memberikan keuntungan, maka keuntungan tersebut juga akan menghasilkan keuntungan tambahan. Ini yang sering disebut-sebut bunga majemuk. Saya menyebutnya teori “bunga berbunga”. Semacam kayak pelihara babi ngepet dan tuyul biar cepat kaya ;-)

Seiring dengan waktu, uang kecil Anda akan menjadi asset financial yang besar, dan seiring waktu yang lebih lama, akan secara magis melipatgandakan jumlah kekayaan Anda.

Semakin Anda muda, semakin baik. Ini disebut Keajaiban masa muda!  ;-)

Happy Investing!

Monday, July 21, 2014

Keajaiban Investasi



Foto diambil disini
Masih ingat tidak cerita saya tentang Pensiun Dini. Waktu itu, saya menemukan fakta bahwa Dana Pensiun hanya bisa dicairkan dalam jangka  waktu tertentu, missal 25-33 tahun. Berat ya, kalau kita harus selama itu loyal pada satu pekerjaan.

Pertanyaannya, kenapa harus selama itu untuk membuat Dana Pensiun? Jawabannya mudah, Investasi itu tentang jangka waktu. Dengan jumlah uang yang sedikit, semakin lama investasi Anda maka semakin besar imbal balik hasil investasi Anda.

Misal saja ya, Andika, 23 tahun, bisa menyisihkan seribu rupiah tiap hari dari uang jajannya. Maka, setiap tahun akan terkumpul Rp 365 ribu untuk diinvestasikan.

Pilihan Pertama. Uang diinvestasikan pada produk keuangan berupa tabungan dengan asumsi return 5% per tahun. 

Investasi di 5%
Tahun
Saldo Investasi
1
Rp 365.000
5
Rp 2.016.855,41
10
Rp 4.590.930,78
15
Rp 7.876.175,71
20
Rp 12.069.073,25
30
Rp 24.250.179,34
40
Rp 44.091.917,60
 
Jika Andika berinvestasi di tabungan, maka 40 tahun kemudian, uang Andika bahkan tidak mencapai Rp 50 juta saja.

Bandingkan jika Andika, menginvestasikan uangnya pada reksadana saham dengan return 20% per tahun. Maka 40 tahun kemudian, uang Andika akan berpotensi terkumpul hingga Rp 2 M! 

Investasi di 20%
Tahun
Saldo Investasi
1
Rp 365.000
5
Rp 2.716.184
10
Rp 9.474.918,97
15
Rp 26.292.814,37
20
Rp 68.141.119,86
30
Rp 431.386.772,68
40
Rp 2.680.508.111,54
  
Bayangkan saja, jika Andika, 23 tahun hanya perlu menyisihkan 1000 rupiah tiap hari selama 40 tahun akan mendapatkan Rp 2 M, maka bisakah Anda bayangkan jika Andika bisa menyisihkan Rp 10 ribu tiap hari selama 40 tahun, berapakah uang yang akan Andika dapatkan?

Jika Andika merasa 40 tahun terlalu lama, maka pikirkan ini? Bayangkan jika Andika mampu menyisihkan Rp 10 ribu per hari, maka tiap bulan Andika akan punya Rp 300 ribu untuk berinvestasi. Dengan modal Rp 72 juta, jika Andika investasikan pada reksadana saham dengan nilai return 20%, itu artinya setelah 10 tahun, Andika akan mendapatkan hasil Rp 114.709.066, setelah 15 tahun menjadi Rp 340.288.471 dan jika diinvestasikan hingga 20 tahun, itu artinya dengan modal Rp 72 juta, pada saat usia 43 tahun Andika  akan mendapatkan return Rp 948.443.811,-. Isn’t it fantastic? 

Hey, catat ini! Andika hanya perlu rajin menginvestasikan uangnya selama 20 tahun untuk Dana Pensiun, tidak perlu mengabdi hingga 25-33 tahun lho ;-)  

Investasi, merupakan cara kita untuk mencapai kebebasan financial. Ini adalah cara agar kita bisa keluar dari proses pemiskinan diri. Resep sukses investasi adalah start small but start now!

Saya membaca banyak buku terkait financial, hampir dari semua buku yang saya baca memiliki inti yang sama, yaitu Investasi. Pertanyaannya, kemana saya harus investasi jika saya tidak punya uang banyak. Maka jawabannya adalah Reksadana!

Ada beberapa macam reksadana, yaitu Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran dan Reksadana Saham. Setiap Reksadana memiliki resiko yang berbeda, semakin returnnya tinggi, maka resiko semakin besar. Mengenai Reksadana, lain kali akan saya jelaskan pada tulisan yang berbeda, karena sampai hari ini pun, saya masih perlu belajar banyak tentang Reksadana.

Inti dari tulisan ini, sekedar ingin menggambarkan bahwa dengan uang sedikit, kita juga bisa mendapatkan imbal hasil yang besar, asal diinvestasikan pada hal yang tepat, dan tentu saja dengan jangka waktu yang panjang. Kuncinya adalah jangka waktu!

Menurut banyak penasehat keuangan, investasi itu paling tepat dimulai pada saat umur Anda 23 tahun dengan menyisihkan uang Rp 100 ribu tiap bulan. Jika Anda rutin melakukan hingga usia 55 tahun, maka Anda akan termasuk dalam orang-orang yang pensiun dengan bahagia ;-)

Anda tidak perlu modal hingga puluhan juta rupiah untuk mulai berinvestasi. Tapi jika Anda menunda satu hari saja, Anda akan menyesalinya seumur hidup!

Jadi, masih tidak berminat buat investasi? ;-)

Happy Investing!
 
© Copyright 2013 pacarkecilku